Archive, Journal, Resensi

Everybody Knows; Membawa Rahasia ke Tempat Terbuka

Apakah sebenarnya rahasia yang pedih kita pendam adalah kebohongan menyakitkan bagi orang lain?

Sekiranya ada jalan tebus menuju semesta konflik dalam film Everybody Knows, pertanyaan di atas barangkali menjadi rambu paling awal yang mengikat keseluruhan fragmen konflik dalam film ini. Terdiri dari lapisan cerita tentang sisa-sisa kejayaan masa lalu keluarga tuan tanah bernama Antonio, bagaimana masyarakat menghadapi keraguan pada institusi negara, dan perayaan atas kekalahan-kekalahan kecil mereka pada kecurigaan yang rapuh. Serumpun peristiwa itu diurai di kota kecil di pinggiran Madrid yang menjadi latar film.

Ana dan Joan mengumpulkan kembali keluarga Antonio melalui pesta pernikahan mereka. Mariana dan Rocio menyambut kepulangan saudaranya, Laura – yang kini tinggal bersama Alejandro, suaminya di Buenos Aires. Laura datang dengan kedua anaknya, gadis cantik bernama Irene yang usianya terpaut cukup jauh dengan adik lelakinya. Pelukan hangat Laura kepada ayahnya mengembalikan sekali lagi arti rumah bagi mantan tuan tanah yang kini renta dan temperamen itu. Kepulangan ini juga disambut oleh Paco – suami Bea, mantan kekasih Laura yang kini mengelola tanah perkebunan anggurnya.

Sekilas, apa yang dirasakan Laura di kota kelahirannya sering pula kita jumpai, bahkan mungkin menjadi laku kita dalam keseharian. Euforia pulang kampung setelah merantau cukup lama. Kejutan atas perubahan yang amat lambat pada tubuh kota. Orang-orang yang kita jumpai menjadi lebih tua dari bayangan semula. Sudut-sudut kota yang menyimpan kisah. Laura bernostalgia dengan masa lalunya.

Namun peristiwa tak terduga pada malam pernikahan Ana dan Joan menjadi mula perkara dalam film ini. Saat pesta sedang berlangsung, lampu seketika padam. Sesaat sebelumnya, Irene harus istirahat lebih dulu karena kepalanya sedikit pusing. Setelah lampu menyala kembali, Laura memeriksa keadaan kedua anaknya di kamar. Irene tidak ada di ranjang dan pintu kamar kecil terkunci. Dalam keadaan kalut, Laura memanggil Paco untuk mendobrak pintu. Mata Bea menangkap adegan itu sebagai kecemburuan yang halus dan penuh ambisi.

Di ranjang tempat Irene tidur sebelumnya, tergeletak potongan koran tentang penculikan anak yang baru-baru ini terjadi. Tidak berantara lama, ketika Laura masih sibuk mencari Irene di loteng, pesan singkat masuk ke ponselnya, Putrimu bersama kami. Jika lapor polisi kami akan membunuhnya. Ia segera memperlihatkan pesan itu kepada Paco. Kesimpulan mereka, Irene diculik!

Peristiwa penculikan itu menjadi sumbu yang membakar rahasia masing-masing tokoh. Rahasia yang enggan mereka bicarakan secara terbuka selama bertahun-tahun itu, kini tiba pada kulminasi yang menderetkan sejumlah dampak dan berujung pada sikap saling curiga satu sama lain.

Dalam film ini, apa yang disebut rahasia hanya sesuatu yang tidak mereka bicarakan langsung dengan objek tertuju. Tetapi di kamar tidur, dapur yang sepi, meja makan yang dingin, pojok bar yang hangat, pematang perkebunan anggur yang diterpa terik, atau sudut gereja yang tak terduga, rahasia lama ditukar dengan rahasia baru melalui interaksi yang intim oleh tokoh.

Antonio menyimpan rahasia atas kekecewaannya pada Paco yang membeli tanah dengan murah dari Laura ketika mereka pacaran. Ia berkali-kali menyinggung hal tersebut lantaran Paco dianggap memanfaatkan kedekatannya dengan Laura saat itu. Rocio menyimpan rahasia atas perpisahannya dengan Gabriel yang palsu. Paco diam-diam merahasiakan perasaannya pada Laura yang masih menyala walau redup dan mungkin hanya kilasan. Alejandro menyimpan rahasia dari keluarga Laura tentang kebangkrutannya selama dua tahun belakangan ini. Laura menyimpan rahasia dari Paco tentang status Irene. Selama ini Laura menganggap bahwa semua orang hanya tahu bahwa Irena adalah anak dari Alejandro.

Rahasia dan peristiwa penculikan itu rupanya dirasakan imbasnya oleh seluruh masyarakat di kota itu. Suatu siang, Antonio bertengkar di bar setelah memabuki kehilangan cucunya. Ia mengumpat, Kamu berutang padaku. Tanah ini milikku. Seluruh tanah ini milikku! Umpatan itu dibalas salah satu pengunjung bar, Seharusnya kamu tidak mempertaruhkan tanahmu di perjudian. Paco yang menenangkan Antonio juga tidak menjelaskan penyebab mabuk Antonio meski pemilik bar bertanya apa masalah yang menimpa mereka.

Setelah Alejandro menyusul Laura, mereka pergi bersama ke kantor polisi dengan niat awal melaporkan kehilangan anak mereka. Aku sangat takut jika sesuatu terjadi padanya, ucap Laura mengingat ancaman si penculik. Alejandro terpaksa mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil.  

Ketika Bea pulang, para buruh pemetik anggur di perkebunan mereka  berkumpul di depan rumahnya. Mereka mendatangi Bea karena beredar isu bahwa Paco akan menjual tanahnya, Mereka dengar bahwa kau akan menjual perkebunan ini, siapa yang akan bayar upah kami? Tanya salah satu buruh dengan wajah bingung dan putus harap.

Suatu hari yang saling terpisah, Mariana mendapati Rocio pulang tengah malam dengan keadaan basah dan mencurigai keanehan adiknya tersebut. Bea mencurigai bahwa Paco masih mencintai Laura. Laura mencurigai Paco yang menculik Irene karena cinta mereka tidak suci sampai altar pernikahan. Setelah Paco tahu bahwa Alejandro menganggur selama dua tahun, ia curiga dalang penculikan Irene adalah ayahnya sendiri.

Deretan kejadian di atas tentu sering kita jumpai rupanya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka hidup bukan hanya saling curiga, tetapi juga diikat oleh konsensus dan konflik. Penculik menekan keluarga Laura – karena mereka kira keluarga ini telah berhasil, padahal Alejandro menganggur selama dua tahun. Sementara Laura – yang sejak awal melibatkan Paco dengan kasus penculikan putrinya juga menekan suami Bea itu. Paco yang merasa dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa Irene kemudian menekan buruh pemetik anggur itu dengan niat untuk menjual tanahnya. Para buruh ini harus menekan apa selain menyerahkan nasibnya pada cara orang-orang di atas dalam menyelesaikan kasus penculikan Irene? Benar saja, sebab posisi tertentu di dalam masyarakat mendelegasikan kekuasaan dan otoritas terhadap posisi yang lain.

Apa yang terjadi pada masyarakat ini dijelaskan oleh Ralf Dahrendorf sebagai imperatively coordinated associations atau asosiasi yang dikoordinasikan secara paksa. Karena kepentingan pihak-pihak dalam asosiasi tersebut berbeda. Penculik itu berkepentingan mendapatkan keuntungan dari keluarga Laura yang mereka duga telah sukses di tanah rantau. Laura berkepentingan melibatkan Paco karena ia tidak memiliki uang untuk menebus penculik tersebut. Paco berkepentingan menjual tanahnya demi memenuhi permintaan penculik agar nyawa Irene selamat. Dan buruh pemetik anggur itu, hanya bisa bertanya, siapa yang akan bayar upah kami?

Nyaris seluruh tokoh dalam film ini terlibat dalam kekalahan-kekalahan kecil mereka. Kekalahan yang bersumber pada ketertutupan satu sama lain, asumsi berlebihan pada kenyataan yang mereka tidak tahu, dan rahasia yang mereka simpan hingga konflik semakin runyam. Namun konflik yang mendera para tokoh dalam film ini tentu bisa membawa perubahan sosial, jika mereka mengorganisir diri dan bersama-sama menyadari perannya sosialnya dalam masyarakat.

Tentu catatan ini hanya mengurai hal-hal sederhana dari keruwetan dalam semesta film Everybody Knows. Jadi, siapa yang menculik Irene? Silakan nonton filmnya!

Standard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *